Inkonsistensi?

Anggap saja ini salah satu tulisan saya saat labil, pada saat tamu bulanan datang dan rasanya hormon lebih berpengaruh daripada akal saya.

Langsung saja. Belakangan saya berpikir, berapa banyak hal inkonsisten yang sudah saya lakukan dalam beberapa bulan terakhir? Seingat saya, 9 bulan yang lalu saya berjanji untuk tidak akan melakukan X, namun akhirnya saya terjun ke dalam situ juga. Walaupun dengan pikiran yang lebih matang dan lebih dewasa, tapi kok sama saja. Apakah ini memang bentuk X yang terjadi pada siapapun, atau ternyata saya yang masih belum cukup dewasa?

Berikutnya mengenai masalah C. Lebih parah lagi, dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan saya terikat lagi dengan madu yang ditawarkan C. Padahal, lagi-lagi, saya juga pernah berikrar bahwa saya tidak ingin terlibat C dan ingin inversnya. Apakah ini madu? Well, definitely not. Bentuk C kali ini layaknya Anda diberi peliharaan bayi kelinci, dan pilihannya 2: dipelihara setengah-setengah hingga mati di tengah jalan atau dipelihara sampai dewasa dan dapat menghasilkan lebih banyak kelinci. Oke, mungkin untuk hal yang satu ini bolehlah saya berkata, “Insya Allah akan berguna di kemudian hari”,  jadi dimaafkan saja ya.

Belum lagi C, ternyata D juga datang. Padahal niatan saya, C XOR D. Dengan kata lain, cukup lakukan salah satu, keduanya akan membuat lampu tidak menyala. Tetapi dengan pertimbangan klise, yaitu “cari pengalaman“, kembali saya tercemplung.

Konsekuensi dari C, D, X, kegiatan-1, kegiatan-2, …. kegiatan-n? Mungkin keluarga yang agak terabaikan, kuliah yang nilai-oriented, dan pastinya hampir tidak ada waktu untuk kesenangan pribadi yang (untuk saat ini) cuma bisa saya dapat di rumah. Akibat inkonsistensi dan pikiran pendek? Atau malah ini justru pelarian fiktif saya dari kuliah yang menekan?

Ah, who care? I want to achieve all, even though I have to drink thousand cups of coffee to get awaken.

6 thoughts on “Inkonsistensi?

  1. kala sibuk menyapa,
    kala lelah menghampiri,
    kuhujamkan selalu dalam hati,
    akhi,,ukhti,,istirahatnya di surga aja
    buat setiap detikmu bermakna,
    dan jadikan setiap nafasmu berarti,,
    akhi,,ukhti,,istiqamahlah,,

    Ah, who care? I want to achieve all, even though I have to drink thousand cups of coffee to get awaken.
    sip,,mantap,,asal selalu ada niat ikhlas dibalik semuanya,,everything will work out

  2. tumben pake bahasa indonesia. biasanya pake inggris. hahahahaa!

    btw, kita juga manusia kok, gpp skali2 inkonsisten tapi jangan keseringan, dan jangan jadikan kalimat ini sebagai excuse! haram! hahahahaaa

    blogwalk lagi aaahh

  3. waduh, gak konsisten nih, nulisnya pake bahasa indonesia.. hahaha..

    ~diatas langit pasti selalu ada langit. Dan kita jangan pernah berhenti mengepakkan sayap untuk selalu terbang ke langit berikutnya.. sip laahh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s